Letters from Couple Made in Heaven I

January 5, 2011 § 5 Comments

Judul : Angel With Transparent Wings

Author: petalsparks

Pairing: untuk chapter ini, Yunho/Jaejoong!😄

Rating: PG-15. to be safe~ lol kayak ada yang patuh aja hihihi

Genre: romance

Warning: YAOI. kalau gak bisa terima yang kayak gini ya toh jangan baca~

Angel With Transparent Wings

Yunho berani bersumpah kalau pria bernama Jaejoong itu memiliki sayap. Ia bukan manusia. Jaejoong itu malaikat. Pasti begitu.

“Berhenti menatapku lama begitu Yunnie…”

Yunho terhenyak dari pikirannya sendiri. Ia tersenyum lebar seolah mengakui perbuatannya itu. Tapi bukannya malah berhenti dan mengalihkan pandangannya ke arah lain, Yunho malah semakin lama memandang Jaejoong.

Jaejoong menghela nafas pelan, “kenapa kau bertingkah aneh sekali sih kalau sedang sakit begini ?”, keluh Jae mendadak sambil mengangkat kompres dari dahi Yunho. Dia kemudian mencelupkan kain kompres yang sudah dingin itu ke ember berisi air hangat, diperasnya beberapa saat dan lalu ia meletakkan kompres itu kembali ke dahi Yunho, “dan… oh ya… Jung Yunho… tak bisa kah kau yang sudah besar begini menjaga dirimu sendiri ? bagaimana bisa kau sampai jatuh sakit, eh ? kau sih terlalu memforsir dirimu. Lihat kan sekarang apa yang terjadi padamu ? berbaring tak berdaya seperti ini… kau seharusnya mendengarkan hmmmf.. – ”

Ocehan Jaejoong berhenti. Oke. Lebih tepatnya diberhentikan.

Yunho menyumpal ocehan Jaejoong dengan sebuah ciuman. Dirangkulnya leher Jae dan menariknya mendekat. Begitulah yang ia lakukan beberapa detik lalu. Jaejoong merasakan Yunho tersenyum dalam ciuman mereka. Jaejoong memutar bola matanya—tapi tak luput pula ia tetap menikmati apa yang Yunho lakukan.

“Boojae… kau ini pasti malaikat kan ? iya kan ?”, lontar Yunho mendesak ketika ciuman manisnya dengan Jae berakhir. Diguncang-guncangkannya bahu Jaejoong lalu kemudian meraih wajahnya, mencari-cari tanda suci malaikat lewat matanya

Kayak bakal ada saja.

Setidaknya dari mata kau bisa melihat bagaimana hati seseorang. Yunho berasalasan sendiri dalam hati.

“Yah!”, Jaejoong menepis lembut kedua lengan Yunho yang merangkul kedua pipinya—memperangkap wajahnya, “Kau ini memang aneh benar… omonganmu makin ngaco saja! Tidurlah lalu membaiklah kondisimu besok—kalau tidak kau akan membuat manager-hyung khawatir dan dia pasti akan bertindak berlebihan”, nasihat Jaejoong. Yunho sedikit kecewa dengan reaksinya.

Jaejoong melunakkan ekspresinya. Ia mengganti tatapan galanya dengan senyum hangat yang selalu mampu melelehkan hati dan menjungkirbalikkan perut Yunho,

“Tidur dan beristirahatlah—kumohon, Yunnie-bear… ”, Jae mengecup kedua kelopak mata Yunho bergantian, seolah mantra yang bisa membuat Yunho mendadak terserang kantuk, “beristirahatlah dan lekas sembuh. Aku rindu melihatmu menari di ruang latihan lagi”, jujurnya

“Ck, aku bahkan baru sakit hari ini, Boo…”, Yunho mengingatkan Jaejoong. Terdengar sekali dari ucapanya bahwa ia sudah mengantuk.

Jae menggenggam telapak tangan Yunho. Ia mengerutkan dahinya cemas karena ia masih merasakan panas membara di tubuh pria tampan yang terbaring lemah itu, “Aku tahu, Aku tahu… Aku merindukanmu pokoknya. Titik. ”, tukasnya ngotot. Dikecupnya bibir Yunho cepat—tapi lambat ketika merasakan bibir Yunho pada bibirnya.

Tapi Yunho tidak bereaksi.

Jaejoong mengangkat wajahnya—menatap wajah Yunho.

Yunho sudah tidur.

Dengan malu ia menyembunyikan wajahnya di leher Yunho yang sudah terlelap, “Cepatlah sembuh, Yunnie… ”, ucapan itu sudah terdengar seperti igauan. Jaejoong pun terlelap di samping Yunho.

***

Yunho bermimipi. Ia memimpikan masa lalu. Ketika ia—ketika hari itu ia akan dipertemukan untuk pertama kali dengan salah satu member yang nantinya akan bersama dengannya membentuk boyband bernama Dong Bang Shin Ki. Ia bangun terlambat hari itu. Dengan terburu-buru ia berlari ke gedung SM Entertainment. Malang, ia tersandung batu besar yang bahkan tak ia lihat keberadaannya. Yunho pun jatuh terjerembab dengan keras. Celananya robek di bagian kedua lututnya—dan ya, lututnya berdarah.

Ia yang masih belum bisa bangun dari jatuhnya melihat seseorang datang menghampiri. Diangkatnya kepalanya untuk melihat siapa itu.

Malaikat.

Setidaknya itu lah yang pertama kali terlintas di pikirannya ketika melihat pria itu. Pria dengan ketampanan sekaligus kecantikan di saat bersamaan—pria dengan aura mempesona yang membuatnya tak berkedip walau kibasan tangan berulang kali melintas di depan matanya. Pria yang untuk sepersekian detik tadi—Yunho yakin—ia melihat sayap di punggung pria itu,

“… hey! Kau… kau tidak apa apa ?”

Yunho! Malaikat itu sedang bicara padamu! Yunho membatin sendiri dalam hati

“ah ? hah ? eh… enghh… ya kurasa aku bisa berdiri”, Yunho segera bangkit—namun parah, lututnya terasa nyeri sekali, “…sepertinya aku butuh pengobatan untuk lututku sesegera mungkin hahaha”

Malaikat itu mengerutkan dahi. Yunho beru tahu bahwa malaikat bisa berekspresi seperti itu. Yunho kira malaikat hanya bisa tersenyum saja.

“Kau kok masih bisa bercanda sih ?! sini, ayo segera kita obati lukamu!”, Malaikat itu meraih tangannya dan menarik Yunho mengikutinya. Seperti terhipnotis, Yunho mau saja dibawa oleh malaikat itu. Aura di sekitar pria itu memang tak tertahankan. Makanya Yunho bersikeras percaya bahwa Malaikat yang dari tadi disebut-sebut di pikirannya tersebut benar malaikat—padahal sebenarnya manusia.

Malaikat—eh, pria itu menoleh ke belakang   ke arah Yunho sambil tetap menarik tangan Yunho, “Oh ya, siapa namamu ?”, tanyanya sambil tersenyum hangat—senyum yang di masa depan nanti akan selamanya menjadi senyum favorit Yunho…

“Ah ? oh, namaku Jung Yunho”

Pria itu berhenti mendadak,– dan berbalik ke arah Yunho sampai hampir saja Yunho menabraknya, “Jung Yunho ?!”, Yunho melihat mata pria itu melebar karena terkejut, dan kemudian tawa pria itu meledak—pria itu menutup mulutnya yang tertawa dengan telapak tangannya—hingga suara tawanya tak terlalu keras terdengar.

Yunho kebingungan.

“…Hahahahaha! Ah, aduh uh maaf… maaf… maaf aku sebelumnya sangat tidak percaya kebetulan, tapi kurasa kita memang sudah ditakdirkan”, jelas pria itu. Kening Yunho berkerut—ia masih belum mendapatkan maksud pria itu, “aku—namaku Kim Jaejoong. Jung Yunho, kurasa kita akan terus bertemu di masa depan nanti…”, ucap pria bernama Jaejoong itu. Pria itu tersenyum lagi. Senyum yang sejak detik itu pula, Yunho berharap ia bisa melihat senyum itu selamanya.

Dan begitulah bagaimana Yunho bertemu dengan Jaejoong untuk yang pertama kali.

***

“…ho… Yunho….”, sebuah suara yang familiar memanggilnya. Dengan enggan, ia membuka matanya perlahan-lahan, dan wajah malaikat—jaejoong itu lah yang pertama kali ia lihat, “Hoh, syukurlah… kupikir kau tak bisa ku bangunkan… hei, demam-mu sudah turun! Hehehe pasti karena aku yang menjaga dan merawatmu”, aku Jae percaya diri,

Yunho menyunggingkan senyum di bibirnya melihat bagaimana ekspresi senang Jaejoong.

“Entahlah, bagaimana mungkin aku bisa tidak sembuh kalau aku dirawat malaikat ?”, jelas Yunho

“Ck”, Jae memutar bola matanya. Yunho suka sekali melihat bagaimana Jaejoong melakukan itu, “Terserah padamu saja. Kupikir tak buruk juga kau sebut aku malaikat”, ujar Jae menyerah

… Tapi Boojae, tak sadarkah kau bahwa kau ini malaikat ? Aku bersumpah kalau kau pasti malaikat. Malaikat yang memiliki sayap transparan. Malaikat yang benar hanya untukku.

Rasanya aneh juga malaikat sepertimu bisa jatuh untukku.

Yunho berpikir dalam hati sambil tersenyum sendiri

-selesai-

A/N: HALOOOOOOO HEHEHEHE buat yang ngikutin Pieces of Two Hearts, maaf banget ya huhuhu aku lagi kena writer block jadi susah sendiri mikir buat lanjutinnya ~_~ jadi kemungkinan besar bakal ketunda dulu Pieces of Two Hearts lanjutannya >_< maaaafff😦 Oh ya, tolong dikomentar ya😉 makasih yaaa :***

Tagged: , , ,

§ 5 Responses to Letters from Couple Made in Heaven I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Letters from Couple Made in Heaven I at |KPOP FANFIC INDO|.

meta

%d bloggers like this: