One Year Later

December 30, 2010 § 35 Comments

Tittle : One Year Later

Author : rizkiajunior

Type : Straight

Rating : PG-13

Kaki-kaki berlarian kesana kemari .wajah sumringah mereka bagaikan berlari diatas awan .mereka berlarian diatas rerumputan lalu tertidur diatasnya.

“hei bagaimana kita bermain petak umpet saja ?”seru perempuan itu sambil menggoncang tubuh pria disampingnya

“ah kau seperti anak kecil saja  .kau ini harusnya kan lebih dewasa dariku“

“ah kau ini ! cobalah lebih seperti anak kecil sedikit , kau kan masih kecil”

“enak saja kau ! baiklah baiklah, Ayo kita bermain ! tapi mana seru kalo berdua saja?mau ajak kakak ku?”

“tak apalah . yang penting seru ! ah , mana mungkin dia mau ikutan mainan seperti ini . lagipula dia tak punya rasa antusiasme yang tinggi” paksa perempuan itu

“dia sudah dewasa . tidak seperti kau ! hahaha” ucap lelaki itu sambil mengacak-ngacak rambut wanita itu “baiklah .aku yang jaga ya ! kamu ngumpet ya . aku hitung sampai sepuluh . satu….dua…” lanjut nya

Lelaki itu tetap menghitung dengan perlahan sampai bilangan ke sepuluh dan perempuan itu mencari terus tempat persembunyian yang tepat

“aku selesai menghitung ! aku pasti akan menemukan mu dengan mudah!” ujar lelaki itu sambil mencari-mencari tempat persembunyian nya dan sampai akhirnya ia menemukan kaki panjang dan sempurna milik sahabatnya itu

“YA ! KETEMU KAU !”

“Ah , mengapa kau cepat sekali menemukan ku ?” ucap bocah perempuan dengan menghembuskan nafas panjang

“wajar saja ! kau itu payah dalam bersembunyi hahaha” ucap nya sambil tertawa terbahak-bahak

“Ya !” balas perempuan itu

Mereka bercanda riang bersama dan bercanda layaknya anak kecil . lalu tak terasa waktu sudah malam

“antarkan aku pulang ya !” ujar perempuan tersebut

“ah males ah”

“ayolah sekali ini saja . kau tidak takut , nanti aku diapa-apain sama orang asing ?” rayu perempuan tersebut sambil menarik-narik lengan baju lelaki itu

“mana ada yang mau merayu mu atau pun hal negative lain nya dengan mu hahaha”

“enak saja kau ! ayolah antarkan aku”

“pokoknya tidak ah”

Perempuan itu terdiam dan menundukan kepalanya lalu berekspresi sedih

“baiklah baiklah”

“hehehehe ayo pergi!”

Akhirnya lelaki itu mengantarkan dengan motornya sampai tepat kedepan rumah perempuan tersebut

———————————

One year later


“Ya ! sedang apa kau disini?” ucap seorang lelaki yang tidak terpaut jauh umurnya dari sang perempuan

“lah ?seharusnya aku yang bertanya ,kok kamu bisa tau aku disini ?” sang perempuan dengan tergesah-gesah menyembunyikan foto yang ia pegang sebelum nya

“aku diberitahu oleh ibumu ,bahwa kau sedang di bukit ini” kata sang lelaki sambil duduk disamping perempuan itu

“oh ne………..”

Perempuan tersebut sejenak menundukan kepalanya lalu kembali menonggakan kepalanya keatas dan memandang luasnya langit biru sambil menghirup nafas dengan panjang . Lelaki itu yang melihat kelakuan perempuan itu-lalu mengembang kan senyuman tipis dibibirnya

“Ah , kau masih menyesalinya” ucap lelaki itu

“heh ?maksudmu?”

“kau masih saja seperti ini . sama persis dengan saat terakhir kali kita berjumpa”

“Ah ne…….”

“kau masih belum melupakannya bukan ?”

“ah . aku ingin mengelak tapi itu memang benar” hembusan nafas panjang kini keluar lagi dari mulut perempuan itu

“sungguh kau tak perlu seperti ini lagi . itu bukan salah mu”

Flashback

“sudah sampai kan dirumah mu sekarang . ucapkan terima kasih dulu dong”

“iya iya terima kasih ya !”

“baiklah . sekarang aku pulang ya !” ujar lelaki itu

“okay bye!”

Perempuan itu lalu mencari-cari kunci rumahnya yang berada didalam tas nya . ibunya sedang tidak berada dirumah , sehingganwanita paruh baya tersebut menyuruh anaknya membawa kunci cadangan rumah itu .

Ckit ! BRUK !

Seketika terdengar bunyi hantaman yang cukup kencang . sontak perempuan itu ,melihat kearah bunyi suara tersebut .Dan tanpa sadari , ia berjalan menuju tempat kejadian . lalu ia melihat darah mengalir deras disekujur tubuh sang korban . mobil yang menghantam korban tersebut , sudah melarikan diri . perempuan itu mukanya pucat pasi dan berteriak sambil menggoncang-goncang tubuh sang korban agar lelaki itu terbangun .warga terdekat yang mendengar dan melihat kejadian tersebut berdatangan , Lalu tak lama ambulance yang dipanggil warga pun datang . perempuan itu terus menerus mengutuk dirinya saat dokter memberitahukan nya bahwa sahabatnya tak bisa tertolong

“Dia meninggal karena kau menyuruhnya mengantarmu ,Sooyoung . Cho Jino meninggal karena dirimu Choi Sooyoung”perempuan itu terus mengutuk dirinya sendiri dengan kalimat yang sama .

walaupun keluarga Jino sudah ikut serta menenangkan Sooyoung dan berkata bahwa itu samasekali bukan kesalahan perempuan muda itu tetapi Sooyoung tetap mengutuk dirinya terus menerus .

End Flashback

“tapi itu salahku juga . seharusnya aku tak menyuruhnya mengantarku !” Sooyoung terus mengutuk dan menjambak-jambak rambutnya sendiri

“sudah-sudah hentikan. Aku sudah tak tahan melihat mu yang berantakan seperti ini” ucap lelaki itu sambil memeluk Sooyoung

“Aku sungguh minta maaf padamu dan semua keluargamu” air mata Sooyoung jatuh deras membasahi mukanya

“tak perlu kau meminta maaf terus menerus seperti ini . Adik ku meninggal karena itu sudah kehendak Tuhan. tak perlu kau sesali . Ia akan sedih apabila , ia diatas sana melihatmu seperti ini” ucap lelaki itu sambil mengusap air mata Sooyoung

“sungguh maaf……………..”

“tegarlah .aku akan selalu berada disamping mu . menemanimu setiap saat . aku akan selalu menjadi penyemangatmu dari saat ini sampai seterusnya . terus lah bersamaku” ujar lelaki itu sambil menatap Sooyoung

Perempuan itu tetap menangis terus-menerus .malah kali makin kencang karena mendengar ucapan lelaki tersebut

“aku tersiksa melihatmu seperti ini terus menerus . karena aku menyukai dan mencintaimu.tapi tidak sama seperti adik ku yang mencintaimu sebagai sahabat . aku mencintai mu sebagai Choi Sooyoung , seorang gadis yang manja dan kekanak-kanakan yang selalu mengembangkan senyum di wajahnya”

Mereka berdua sejenak terdiam . tangisan Sooyoung perlahan mereda

“benarkah?”ucap Sooyoung yang memecahkan keheningan diantara mereka

“benar ! jangan kau terus-terusan seperti  ini dan maaf baru mengatakan nya sekarang” ujar lelaki itu lirih

“Tak  apa . Terima kasih Cho Kyu hyun” lalu senyum tipis-dengan muka parau dan ekspresi yang tak percaya mengembang di wajah sooyoung

“tersenyumlah terus seperti itu . karena senyum itu sangat cocok selalu berada di wajahmu ” ucap Kyuhyun sambil memeluk Sooyoung dan mengecup kening perempuan itu

“baiklah Cho Kyuhyun . aku akan selalu tersenyum untuk mu dan untuk sahabatku ,Cho Jino . aku sangat mencintai kalian berdua”

Tagged: , , , ,

§ 35 Responses to One Year Later

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading One Year Later at |KPOP FANFIC INDO|.

meta

%d bloggers like this: