[CHAPTER 4] All My Heart

December 23, 2010 § 13 Comments

Title: All My Heart

Author: renanism

Rating: PG-12

Genre: Romance

Cast: Lee Donghae, Choi Siwon, Choi Hyunna, Lee Hyura

A/n: peluk cium buat kalian semua yang sudah sudi baca ff ini :’) maaf banget kalo baru bisa post, gue tau kalian udah muak nungguinnya *bow* (ya kali ada yang nungguin)

Now, enjoy the fic~~;)

————-

Siwon’s POV

“Kau menyukai adikku?” tanya Donghae.

Pertanyaan itu berhasil membuat tawaku berhenti dan jantungku berdetak lebih cepat. Donghae tidak boleh mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Aku tidak mau persahabatan kami merenggang. Jadi aku harus menyembunyikan perasaanku. Aku memasang topeng terbaikku.

“Ya! Mengapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja tidak, Donghae ya,” jawabku.

“Jinjjayo?” tanyanya lagi. Raut wajahnya berubah menjadi lebih cerah.

“Ne, tentu saja. Tak perlu cemas,” kataku lalu tersenyum .

Lalu kami berdua hanyut dalam pikiran masing-masing. Di kepalaku juga masih ada pertanyaan, apakah Donghae menyukai adikku? Aku akan menanyakannya lain kali.

Sesampainya di mini market, kami mengambil bahan-bahan yang diperlukan. Aku membelikan Hyunna camilan kesukaannya. Aku selalu ingat makanan apa yang selalu Ia sukai. Lalu aku membeli beberapa kaleng soju untukku dan Donghae. Setelah aku rasa cukup, aku membayar semua belanjaanku. Lalu kami berdua kembali ke apartemenku.

**********

Hyunna’s POV

Aku memberanikan diri untuk bertanya kepada Hyura. Aku melihat keakraban mereka yang menurutku lebih dari teman.

“Apa hubunganmu dengan oppaku?”

“Kami bersahabat,” jawab Hyura setelah berpikir beberapa detik.

“Ah ara. Aku bukannya melarangmu dekat dengan oppaku, aku hanya penasaran. Malah aku senang jika kau benar dengannya,” jawabku jujur. Ya, Hyura, kau adalah gadis yang baik, tambahku dalam hati.

“Hahaha ada-ada saja kau, Hyunna,” balas Hyura sambil tertawa kecil.

Setelah topik yang membuat suasana canggung tersebut, kami mulai berbicara mengenai hal-hal yang ringan. Hyura menanyaiku tentang kehidupanku di London. Aku menceritakan banyak hal padanya. Hyura pendengar yang baik, aku jadi senang bercerita padanya.

Aku mendapatkan fakta baru. Walaupun aku dan Hyura seumuran, tapi Hyura masuk ke dunia perkuliahan setahun lebih dulu dariku. Hyura mengikuti kelas percepatan di SMAnya. Lalu dia masuk universitas yang sama dengan oppaku, tetapi berbeda jurusan. Hyura mengambil jurusan hubungan internasional sedangkan oppaku dan Donghae sama-sama mengambil jurusan seni.

Saat Hyura masuk kuliah, Donghae dan Siwon oppa sudah berada pada semester akhir. Oppa dan Donghae lulus bersamaan tahun ini, dan mulai menekuni bidang entertainer yang sebelumnya telah mereka mulai selama masih di bangku kuliah.

Saat kami bercerita, Siwon oppa dan Donghae sudah kembali. Hyura lalu membantu Siwon oppa menyediakan minuman untukku dan Donghae. Jadi tinggalah kami berdua di ruang tamu ini, yang membuat canggung. Akhirnya aku membuka percakapan.

“Bagaimana karirmu?”

“Syukurnya sangat lancar. Kemarin aku ke London untuk pengerjaan albumku yang akan rilis bulan depan,” jelasnya.

“Berapa hari kau di Seoul?” tanyanya lagi.

“Molla, mungkin dua minggu. Aku harus kembali masuk kuliah,” jawabku.

“Aaaah. Kalau begitu aku akan menemanimu selama kau disini. Karena Siwon sedang sibuk mempersiapkan drama terbarunya, sedangkan Hyura sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya. Bagaimana? Kalau kau tidak keberatan, tentu saja,” tawarnya.

“Bukankah kau sibuk untuk persiapan album terbarumu?” tanyaku heran.

“Ya, tapi aku akan meluangkan waktu untukmu. Nanti aku akan mengajakmu keliling Seoul, terutama ke Namsan Park. Pemandangan disana sangat indah lho! Terutama pada malam hari. Lalu nanti aku akan mengajakmu saat aku rekaman untuk albumku. Jarang-jarang kau bisa melihat seorang Lee Donghae bekerja secara langsung,” ujarnya panjang lebar.

Aku tersanjung. Bayangkan saja, seorang musisi yang namanya sedang naik daun menawarkan untuk menemanimu menghabiskan waktu liburmu. Cool, huh?

“Sure! Kalau kau tidak keberatan, Donghae ssi,” jawabku.

Lalu dia menanyaiku tentang kehidupanku. Sama seperti adiknya, dia juga seorang pendengar yang baik. Waktu yang kami habiskan di ruang tamu Siwon oppa membuat kami semakin akrab. Tak lama, Hyura dan Siwon oppa kembali dengan empat cangkir teh.

Aku dan Siwon oppa saling bertukar cerita saat kami tak bertemu. Siwon oppa sangat merindukanku sehingga selama pembicaraan, dia selalu merangkulku. Aku menyenderkan kepala ke pundaknya.

Tak terasa sudah berjam-jam waktu yang kami habiskan. Hari sudah gelap, Donghae dan Hyura pamit pulang. Lalu tinggalah kami berdua. Oppa membantuku membereskan barang-barangku. Setelah itu aku pamit untuk beristirahat.

“Selamat malam adikku sayang. Mimpi indah ya,” ujarnya saat aku menutup pintu kamar.

**********

Donghae’s POV

Seperti janjiku pada Hyunna, aku akan menemaninya selama dia masih di Seoul. Siang ini, aku berencana mengajaknya ke theme park di Seoul. Aku memilih Everland Amusement Park. Pemilihan waktu yang tepat karena hari ini adalah weekday, saat semua orang sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing.

Dengan semangat yang menggebu-gebu, aku mengenakan outfit favoritku: jeans dan kaus, ditambah sneakers kesayangan pemberian dari dongsaengku. Aku menancapkan gas ke kawasan apartemen elit milik Siwon.

Aku menekan bel. Tak lama, Siwon membuka pintu dan mempersilahkanku masuk. Hyunna yang baru selesai mandi, dan tidak tahu aku sudah datang, berjalan melintasi ruang tengah sambil mengeringkan rambutnya. Aku melambaikan tangan. Hal itu sukses membuat wajahnya memerah dan berlari secepat kilat ke kamarnya. Aigo, kiyeopta!

Lima belas menit kemudian, Hyunna yang sudah berpakaian lengkap menghampiriku.

“Ya! Donghae ssi! Mengapa kau tidak memberitahuku kalau kau akan datang pagi-pagi buta seperti ini?” dumelnya.

“Pagi-pagi buta bagaimana, Hyunna ssi? Ini sudah pukul sepuluh lewat,” ujarku.

“Tetap saja! Kau tidak memberitahuku akan datang secepat ini, aku kira kau baru datang pukul satu nanti,” balasnya tidak mau kalah.

“Ne ne araseo. Maaf karena tidak memberitahumu dulu Hyunna ssi,” jawabku dan sengaja memasang senyum polos.

“Ya! Jangan sok imut begitu!” omelnya. Aku hanya tertawa.

“Aduh kalian ini mesra sekali pagi-pagi,” sindir Siwon yang sedang menyeruput tehnya.

“Mworago?! Siapa yang mesra??” seru kami bersamaan. Siwon tertawa.

“Nanti kalau pulang malam jangan lupa kabari aku ya, Sugar,” Siwon berjalan kearah kami, lalu duduk di samping Hyunna. Dia mengacak-acak rambut Hyunna. Aish, aku tahu dia sedang mengujiku.

“Ne oppa. Saranghae!” balas Hyunna lalu melingkarkan lengannya di pinggang Siwon. Dasar kakak-beradik yang suka skinship! -,- Sabar Lee Donghae, ini ujian!

“Nado. Nah sekarang pergilah, aku tak tahan melihat wajah namja ini yang sudah sangat memerah,” kata Siwon sambil menunjukku. Aku mengambil segulung koran di meja lalu memukul kepalanya.

“YA!!!” Siwon menggerutu.

“Baiklah Hyunna, ayo kita pergi. Kajja!” aku menyuruhnya berjalan terlebih dahulu.

“Siwon ah, kau ada jadwal nanti?” tanyaku pada Siwon, diikuti dengan gelengan di kepalanya.

“Bisakah kau jemput Hyura di kampusnya nanti sore? Dia tidak membawa mobil,” tanyaku lagi.

“Ye!” jawab Siwon bersemangat. Aku menepuk pelan pundaknya dan berjalan menyusul Hyunna.

Aku menyuruh Hyunna menunggu di lobby, sementara aku mengambil mobilku di basement. Setelah menghampiri Hyunna, aku melajukan mobilku keluar dari kota Seoul ke arah Gyeonggi-do.

Author’s POV

Donghae memarkirkan mobilnya di area parkir. Saat mematikan mesin, ia baru menyadari bahwa Hyunna tengah tertidur. Untuk sesaat, Donghae ingin membangunkannya. Tetapi napas Hyunna yang teratur serta senyum damai Hyunna membatalkan niatnya. Donghae mengamati Hyunna lekat-lekat.

“Hyunna ssi, apakah kau tahu?” Donghae berbicara, lebih kepada dirinya sendiri.

“Pertama kali aku melihatmu, aku merasa pernah melihatmu sebelumnya. Ternyata itu benar. Lima tahun lalu, Siwon pernah menunjukkan foto keluarganya padaku. Saat itu kau mengenakan gaun putih dan sedang tertawa. Sejak saat itu, aku selalu mengagumimu dalam hati, dan lewat foto tentu saja – karena aku tidak pernah melihatmu secara langsung,” Donghae mengingat memori itu dan senyum terulas di bibirnya.

“Mungkin ini aneh, dan agak tidak masuk akal saat mendapati kenyataan bahwa yeoja yang membuatku tertarik di pesawat adalah kau, adik sahabatku, dan juga gadis yang mencuri hatiku. Saat Hyura memperkenalkanmu padaku, aku merasa takdir akhirnya mempertemukanku dengan gadisku lima tahun lalu,”

Donghae menghela nafas, merasa bahwa hidupnya akan kembali terombang-ambing oleh seorang wanita.

***

Hyunna terbangun saat hari mulai sore. Ia melirik jam tangannya dan mendapati jarum jam menunjukkan pukul 4.00 pm. Saat nyawanya sudah terkumpul, dia baru ingat dimana dia berada.

Hyunna terlonjak ketika melihat Donghae tidur dengan menghadap ke arahnya. Bagus sekali, kami berdua tertidur, pikir Hyunna dalam hati.

Hyunna keluar mobil untuk merenggangkan tubuh dan menghirup udara segar. Dia memperhatikan keadaan sekitarnya dan mendapati ia sedang berada di sebuah theme park. Ia memekik senang dan segera membangunkan Donghae.

“Donghae ssi! Cepat bangun!” Hyunna berteriak di telinganya. Donghae tak bergeming.

“Ya! Lee Donghae!” serunya lagi sambil mengguncang-guncangkan Donghae. Donghae membuka matanya dan melangkah keluar mobil sambil menguap.

“Sudah siap bersenang-senang?” tanya Donghae pada Hyunna.

“Ye!”

Lalu bersama-sama, mereka berlarian seperti anak kecil memasukki area theme park.

“Kau berani naik T Express, Lee Donghae?” tantang Hyunna setelah berada di dalam Everland.

“Siapa takut?” Donghae menyanggupi.

Mereka berjalan cepat ke antrian T Express yang tidak terlalu panjang. T Express adalah wooden coaster ke-6 terpanjang di dunia, dengan tinggi 56 meter.

“Kau yakin mau naik ini, Hyunna?” Donghae bertanya ragu.

“Tentu! Wae? Kau takut?” tanya Hyunna mengejek. Donghae mencubit pipi Hyunna pelan, yang dibalas dengan pukulan ringan di pundaknya.

Wahana dengan waktu hanya tiga menit tersebut berhasil membuat jantung Hyunna melayang. Dia berjanji pada dirinya sendiri agar jangan pernah menaiki wahana itu lagi.

Selepas T Express, mereka beristirahat sebentar di bangku taman. Tiba-tiba seorang gadis kecil berjalan melintasi mereka sambil menangis.

“Donghae ssi,” Hyunna memanggil Donghae sambil menarik ujung sepatunya.

“Wae?” jawab Donghae sambil menengok. Hyunna menunjuk gadis kecil itu, Donghae membaca isyarat di wajah Hyunna lalu menghampirinya.

“Annyeong!” serunya menyapa gadis kecil itu. Gadis itu mendongak. Tanpa diduga, dia langsung lari memeluk Donghae.

“Oppa, aku terpisah dari eomma,” tangisnya di pelukan Donghae. Donghae merengkuh dan mengusap-usap kepala gadis kecil itu.

Dia menggendongnya dan berjalan menghampiri Hyunna. Dari dekat, Hyunna melihat anak itu sangat manis. Tak kuasa Hyunna mengusap-usap kepalanya.

“Namamu siapa anak manis?” tanya Hyunna sambil menghapus air mata di pipinya.

“Lea, eonni,” jawabnya sambil terisak.

“Ah Lea ya, uljima! Aku dan oppa ini akan membantumu mencari eomma. Arachi?”

“Ye,” Lea mengangguk dan mulai tersenyum.

“Baiklah, Lea, naik ke pundakku,” ujar Donghae lalu berjongkok. Lea mengikuti perintah Donghae dan naik ke pundaknya.

Mereka bertiga berkeliling selama hampir 30 menit, akhirnya mereka berhasil menemukan ibunya Lea.

“Neomu kamsahamnida karena kalian membantu Lea saat Ia terpisah denganku,” Lea eomma membuka percakapan.

“Ne, cheonmane, Ahjumma. Karena aku suka dengan anak kecil, aku senang bisa bermain dengan Lea. Nah Lea, sampai jumpa! Lain kali jangan sampai terpisah lagi dengan eomma. Arachi?”

“Ne eonni, oppa. Kamsahamnida,” Lea membungkuk.

“Sampai ketemu lain waktu Lea,” Donghae mengusap kepala Lea untuk terakhir kalinya.

“Sekali lagi terimakasih ya. Kalian berdua sangat serasi, pasti bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak kalian nanti,” Ibu itu menggendong Lea dan berjalan menjauh, meninggalkan kedua orang yang wajahnya bersemu merah itu.

**********

Hyura’s POV

‘Hyura ya, aku gak bisa jemput. Pulang sendiri ya? Hehe :p’

Begitu pesan yang aku dapati dari kakakku yang bodoh itu. Aish, dia pasti sedang berduaan dengan Hyunna. Pantas saja semalam dia terus tersenyum seperti orang idiot.

Matahari sudah terbenam begitu aku melangkah keluar dari kelas bersama dengan dua sahabatku, Park Kara dan Lee Eunhyuk. Kami bertiga sudah berteman sejak SMA. Eunhyuk juga sangat akrab dengan oppaku. Mereka sering sekali menghabiskan waktu bersama.

Tentang Eunhyuk dan Kara. Pada saat kelulusan kami, Eunhyuk akhirnya mengutarakan perasaannya pada Kara. Dan voala, jadilah mereka sepasang kekasih. Aku sering iri dibuatnya. Walaupun mereka sering sekali bertengkar, tapi mereka sangat akur. Pasangan serasi 2010.

Saat tiba di depan gerbang, aku melihat sebuah mobil yang sangat ku kenal. Jantungku berdebar lebih cepat. Kalau dugaanku benar, berarti itu…….

“KYA!!! ITU CHOI SIWON!!!”

“MWO? SEDANG APA DIA DI KAMPUS KITA?”

“MWO? CHOI SIWON YANG ITU?”

“Apa dia menjemput yeoja chingunya?”

“Andwae!!!! Aku bisa patah hati!!!”

Terdengar teriakan-teriakan dari berbagai arah saat kaca mobil itu terbuka. Benar dugaanku, itu Siwon. Aku menghela nafas berusaha mengatur detak jantungku. Siwon melambai ke arahku.

“Jadi……….. Choi Siwon kesini untuk menjemputmu, Hyura ya?” Kara berkata setelah beberapa saat pulih dari kagetnya. Aku hanya mengangkat bahu.

Siwon turun dari mobilnya dan menghampiriku.

“Donghae sedang kencan dengan adikku, jadi dia memintaku menjemputmu. Ayo pulang,” Siwon menarik tanganku. Wajahku panas. Aku pasti sudah seperti kepiting rebus sekarang, batinku.

“Chankkaman chankkaman. Aku belum pamit kepada teman-temanku,”

“Ye? Oh baiklah, aku tunggu di mobil ya,”

Saat aku berbalik, aku mendapati Kara sedang menatap Siwon. Di sebelahnya, Eunhyuk sedang merengut kesal.

“Lee Hyura, mengapa kau sangat beruntung bisa mendapatkan namja tampan nan sempurna itu?” Kara membuka suaranya.

“Kara ya, dengar. Pertama, dia bukan milikku. Kedua, perhatikan ucapanmu. Kau sudah punya pacar,” kataku melirik Eunhyuk geli.

“Sampai nanti,” lanjutku sambil berlalu.

Saat sudah agak jauh aku mendengar Eunhyuk memprotes, ‘Park Kara! Aku jauh lebih tampan dari orang itu!’, sedangkan Kara membalas, ‘Hyukkie ya, kau mau aku jujur apa ngegombal? Kalo jujur, tentu saja Choi Siwon lebih tampan darimu,’. Aku tertawa pelan dan masuk ke dalam mobil.

Saat mobil mulai melaju, aku bisa merasakan tatapan tajam dari orang-orang sekitar. Tenang saja, aku bukan siapa-siapanya, kataku dalam hati. Aku menghela nafas.

**********

Siwon’s POV

Aku mendengar Hyura menghela nafasnya. Wae? Dia tidak suka aku jemput? Aku ikut-ikutan menghela nafas. Aku menekan pedal gas lebih dalam, mobil melaju lebih cepat. Suasana di mobil sangatlah sunyi, kami berdua sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Hyura ssi, besok film layar lebarku tayang. Maukah kau menemaniku menghadiri perilisannya?” tanyaku gugup. Detik-detik menegangkan dalam hidupku sebelum akhirnya Hyura membuka suara.

“Bagaimana dengan Hyunna?” dia bertanya balik.

“Adikku? Tentu aku akan memberinya tiket VIP, begitu juga dengan Donghae. Kurasa adikku dan oppamu saling menyukai. Aku ingin membantu mereka, jadi tidak mungkin aku mengajak Hyunna denganku. Biarlah dia berduaan dengan Donghae,” ujarku memberi alasan.

“Um…. Baiklah kalau begitu. Dimana aku harus menemuimu?”

“Aku akan menjemputmu pukul 7. Berdandanlah karena kau harus menemani bintang besar ini,” ujarku sedikit narsis. Hyura memukul tanganku.

Lalu kami terdiam lagi.

“Kau sudah makan?” tanyaku lagi.

“Kalau makan roti gosongnya Donghae bisa dibilang makan, berarti sudah,” katanya. Menggemaskan, pujiku dalam hati. Aku mengacak-acak rambut ikalnya.

“Baiklah kita makan dulu ya?” kataku seraya menepikan mobil ke restoran cepat saji. Kebiasaanku makan junk food yang kurang baik, tapi Hyura sudah memakluminya.

***

“Selamat datang di restoran cepat saji 24 jam, ada yang bisa aku bantu?” tanya seorang waiter di belakang kasir.

“Aku coke saja, kau apa Hyura?” tanyaku padanya yang sedang memperhatikan waiter itu dengan seksama. Aku menyenggol lengannya pelan dan dia tersadar.

“Mwo? Ah aku mau spagetti saja,” ujarnya masih sambil terus menatapi namja itu.

“Andwae! Perutmu hanya terisi roti gosongnya Donghae kan?” larangku, Hyura mengangguk.

“Tapi aku tidak mau ayam,”

“Baiklah, buatkan dia bubur. Minumnya lemon tea,” kataku akhirnya.

“Geurae. Satu coke, satu bubur, dan satu lemon tea segera di antarkan,”

Kami berdua duduk di meja dekat jendela. Hyura terus-terusan menatap namja itu tak berkedip. Aku gerah.

“Ya, Hyura ssi, apa yang sedari tadi kau perhatikan?” tanyaku akhirnya.

“Orang itu…,” belum sempat Hyura menyelesaikan kalimatnya, kulihat namja itu berjalan ke arah kami.

“Ini pesanan kalian. Dan sebuah liontin khusus untuk nona cantik ini,” ujarnya tersenyum. Wajah Hyura terlihat shock.

“Kau…..,”Hyura terlihat menerawang dan ada sorot rindu dan sedih di matanya. Siapa namja itu?

*********

Donghae’s POV

Setelah keluar dari taman ria itu, Hyunna tampak berseri-seri dan tak hentinya tersenyum. Terimakasih Tuhan, izinkan aku terus melihat senyumnya itu, doaku dalam hati. Aku menepikan mobilku ke kedai es krim di pinggir jalan, dia tampak agak terkejut.

“Wae? Kau keberatan makan di pinggir jalan?” tanyaku sambil membukakan pintu untuknya.

“Tentu saja tidak. Aku hanya heran seorang bintang besar sepertimu mau makan di pinggir jalan,” katanya, membuatku tertawa.

“Apa bintang besar tidak boleh makan di sini? Aku kan juga manusia,” balasku sambil mencubit pipinya.

“Ya! Sekali lagi kau cubit pipiku, tanganmu patah, Donghae ssi,” ujarnya memasang tampang galak. Aku makin tertawa.

Hyunna memesan es krim rasa coklat. Rasa klasik, cocok untuk orang sepertinya, komentarku dalam hati. Setelah selesai menghabiskan es krim, kami melanjutkan perjalanan.

Aku mengantar Hyunna sampai depan apartemennya. Sebelum Hyunna masuk, dia mengeluarkan tiket dari tasnya.

“Ini dari Siwon oppa. Besok film layar lebarnya akan tayang. Kau diminta hadir,” ujarnya sambil menyodorkan tiket itu.

“Dia memintamu untuk menemaniku, karena dia akan pergi dengan Hyura,” sambung Hyunna.

“Aish…. Bocah itu,” gerutuku. Aku seharusnya senang adikku dengan Siwon. Aku harus membiarkan mereka.

“Donghae ssi? Bagaimana?” tanya Hyunna lagi.

“Panggil aku oppa,”

Aigo, seharusnya mulut besarku ini dijahit saja. Donghae babo!


**********

Hyunna’s POV

“Panggil aku oppa,”

Aku mendongak menatapnya seperti orang gila. Apa yang barusan katanya? Panggil dia oppa? Heeee?o_O

“Tapi kalau kau keberatan lebih baik tidak usah,” sambungnya sedetik kemudian. Aku tertawa.

“Kau kelelahan ya Donghae ssi?” ujarku bercanda. Dia membalas dengan melotot.

“Baiklah aku datang besok. Aku jemput kau jam 7, dan sebaiknya kau sudah siap. Araseo?”

“Ne,” jawabku mengacungkan jempol.

“Terimakasih untuk hari ini, Donghae ssi, selamat malam,” kataku kemudian lalu menutup pintu.

***

Aku membanting diri ke sofa. Aku sangat lelah, tapi lelah bahagia. Terimakasih kepada Donghae yang membuat harinya berwarna.

Sebelum tidur, aku membuat teh manis dan mengecek voice mail di telepon Siwon oppa. Ada satu pesan suara.

‘Siwon oppa, ini Tiffany. Besok tayangan perdana film kita, produser bilang agar ratingnya naik kita harus datang berdua. Um… Bagaimana menurutmu? Call me back oppa. Kamsahamnida,’

Tiffany? Tiffany eonnie? Partner main Siwon oppa di dramanya? Mereka harus datang bersama besok? Lalu bagaimana dengan Hyura? Omo… Otteohkhae?

to be continued


gimana? jelek ya? T_T MAAF YA SEMUA yang udah nunggu lama dan ternyata hasilnya kurang memuaskan *bow* kritik dan saran sangat dibutuhkan biar gue lebih semangat ngepost lanjutannya~^^

DON’T BE A SILENT READER!! Makasih ya assalamualaikum /senyum2

Tagged:

§ 13 Responses to [CHAPTER 4] All My Heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading [CHAPTER 4] All My Heart at |KPOP FANFIC INDO|.

meta

%d bloggers like this: