[CHAPTER 3] All My Heart

September 19, 2010 § 7 Comments

Title: All My Heart

Author: renanism

Rating: PG-12

Genre: Romance

Cast: Lee Donghae, Choi Siwon, Choi Hyunna, Lee Hyura

A/n: ANNYEONG! Rena kembali dengan All My Heart chapter 3! Maaf bgt ya baru bisa ngepost sekarang, dikarenakan oleh banyak hal (re: mudik, speedy mati, males jadi baru sekarang dah bisa ngepost -_- jeongmal mianhae!! now, enjoy the fic😉

***

Donghae’s POV

Tunggu… Mataku tidak salah kan? Barusan saja dongsaengku memanggil, dan saat aku menoleh, sosok itu ada di belakangnya. Tadi di telepon, dongsaengku – Hyura, bilang sebelum menghampiriku dia akan menjemput adik temannya. Berarti dia adiknya teman Hyura? Wow… Dunia memang benar-benar sempit.

“Oppa lama menunggu?” tanya Hyura sambil memelukku. Aku balas memeluknya erat. Walaupun hanya dua minggu tidak bertemu, harus di akui, aku merindukannya.

“Tidak terlalu lama, Hyura ya. Bogoshipeoyo,”

“Nado bogoshipeo, oppa,”

Setelah melepas kerinduan, Hyura menarik Hyunna mendekat ke arahku.

“Oppa, kenalkan ini adiknya Siwon ssi, Hyunna. Hyunna, kenalkan ini oppaku, Donghae,” ujar Hyura memperkenalkan kami berdua.

Senyum kecil tersungging di bibirnya. Kami berdua berjabat tangan, seolah-olah belum pernah saling mengenal sebelumnya. Tunggu, adiknya siapa katanya? Siwon? M.. MWOYA? Siwon yang itu?! Aku menepuk dahiku. Pantas aku seperti pernah mengenal Hyunna sebelumnya. Ya Tuhan…

**********

Hyunna’s POV

Benar penglihatanku. Orang yang dipanggil oppa oleh Hyura adalah Donghae. Aku baru saja membuktikan bahwa dunia memang sempit.

Hyura mengenalkan kami berdua. Aku menahan senyumku. Kami berdua berjabatan tangan.

“Senang berkenalan denganmu, Hyunna ssi,” kata Donghae sambil mengedipkan sebelah matanya. Omona… Mengapa dia bisa semanis ini?

***
Donghae tidak terlalu banyak berbicara. Dia mengambil alih peran Hyura sebagai pengemudi.

Hyura bercerita banyak padaku. Dia menceritakan bagaimana dia dan Donghae mengenal oppaku. Ternyata mereka bertiga satu universitas. Hyura adalah hoobae dari Donghae dan Siwon oppa. Hyura seumuran denganku. Coba saja aku tinggal di sini, mungkin aku juga sudah mengenal Hyura dan Donghae lebih lama.

Aku memperhatikan Donghae yang sedari tadi lurus memandang jalan. Kalau boleh jujur, dia terlihat sangan tampan dengan stelan celana jeans dan kaus putih. Ditambah lagi dia sedang mengemudi.

Tiba-tiba Donghae menoleh dan kami berpandangan. Aku menundukkan kepalaku. Tiba-tiba…

“YA! OPPA BABO PERHATIKAN JALAN!” teriak Hyura tepat sebelum mobil menghantam pembatas jalan.

**********

Donghae’s POV

OMO… Nyaris saja aku membunuh adikku dan adik sahabatku. Kurasakan jantungku yang detaknya sudah tidak beraturan. Ya Tuhan, apa yang kulakukan???!

“Hyura Hyunna gwaenchana?” tanyaku panik.

Kulihat wajah Hyura yang pucat pasi dan mata Hyunna yang terpejam. Yakin 100% mereka tidak mau lagi aku setiri.

“Oppa, biar aku yang mengemudi. Sementara KAU! Duduk manis di belakang!”

Deja vu. Dulu sahabatku, Eunhyuk, pernah mengatakan hal yang persis seperti adikku. Aku hanya bisa tersenyum masam.

Aku duduk di sebelah Hyunna dalam diam. Diam-diam aku mencuri-curi pandang ke arahnya. Dia sedang memandang ke luar jendela.

Banyak hal yang ku pikirkan. Aku teringat pada Siwon…. Aku tidak mungkin mengencani adik sahabatku sendiri. Karena aku tahu sendiri rasanya jika sahabatku mengencani adikku.

**********

Hyura’s POV

“Siwon ssi, aku sudah bersama Hyunna. Kapan kau selesai?” aku berbicara melalui ponselku.

“Jinjjayo? Satu jam lagi aku selesai. Ajaklah dia berkeliling Seoul terlebih dahulu, setelah itu kau bisa langsung ke apartemenku,” jelas Siwon.

“Araseo,” jawabku singkat.

“Hyura ssi,” panggilnya sebelum aku menutup sambungan.

“Wae?”

“Maaf merepotkanmu, dan terimakasih mau membantuku,” kata Siwon. Ia terdengar tulus. Senyum terkembang di wajahku.

That’s what’s friends are for,” balasku lalu menutup telepon.

***

Aku mengajak Hyunna dan Donghae oppa ke restoran favoritku. Aku memsan tiga porsi kimchi untuk kami bertiga. Ditambah dengan satu porsi kimbap. Setelah pesanan datang, kami langsung menyantapnya dengan nikmat. Donghae oppa diam saja, tidak seperti biasanya.

“Oppa gwaenchana?” Tanyaku khawatir.

“Naega gwaenchana. Memangnya aku kenapa?” dia balas bertanya.

“Molla. Kau terlihat sedikit… aneh,” ujarku terus terang.

“Ya! Aku tidak aneh tahu. Dasar kau ini,” dia tersenyum lalu mengacak-acak rambutku. Aku tersenyum, setidaknya oppaku tetap seperti dulu.

**********

Siwon’s POV

Aku menghentikan mobilku di depan lobby. Ahjusshi yang biasa sudah tersneyum menyambutku.

“Selamat datang, Tuan,”

“Selamat siang, Ahjusshi. Dan sudah berkali-kali aku bilang, panggil saja aku Siwon,” jelasku.

“Ne, araseo Siwon ah,” balasnya.

“Nah begitu lebih baik. Ini kunciku, sekalian uang untuk makan siang,” kataku tersenyum sembari menepuk-nepuk pundaknya. Kemudian aku berjalan ke dalam. Sambil berjalan, aku mengambil ponselku.

Kutekan nomer yang sudah sangat ku hafal. DI layar ponsel tertera nama ‘Hyura’, aku tersenyum dan menarik nafas. Aku sangat mengenal oppanya Hyura – Donghae, dan salah satu masalah terbesar di muka bumi adalah kalau Donghae tahu aku memendam rasa pada adik kesayangannya ini.

“Yoboseyo,” suara Hyura menyadarkanku kembali.

“Yoboseyo Hyura ssi. Aku sudah di apartemen,” aku menjelaskan.

“Aaah ara ara. Aku akan segera kesana. Oh iya, Donghae oppa bersama kami,” aku tersenyum mendengarnya.

Walaupun kami masih berhubungan, baik lewat telepon atau e-mail, tapi kamu sudah lama tidak bertemu secara langsung. Kesibukanku sebagai aktor, dan kesibukan Donghae sebagai seorang musisi, membuat kami jarang bertemu.

“Jinjjayo? Whoaaaah baiklah. Ajak juga dia kesini. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya,”

“Ne, sampai nanti Siwon ssi,” dia memutus hubungan telepon. Aku menutup flip ponselku.

**********

Author’s POV

Hyura, Hyunna, dan Donghae telah tiba di basement apartemen Siwon. Mereka beriringan masuk ke dalam gedung itu. Hyura menuntun mereka dengan penuh semangat. Semangatnya yang tidak pernah hilang jika bertemu dengan pujaan hatinya itu. Cinta pertamanya, yang menurutnya tidak terbalas. Dia tetap menikmatinya meskipun sakit, sakit karena menahan rasa untuk memiliki.

Hyura yang berjalan di depan Hyunna dan Donghae tidak menyadari perubahan yang terjadi pada dua manusia di belakangnya. Dua manusia yang sama-sama menahan perasaan, terutama pihak lelakinya.

Dua manusia yang baru saja bertemu. Yang kemudian menyadari bahwa perasaan di antara mereka lebih dari sekedar perasaan sesaat. Bisakah kalian memercayainya? Hanya dalam tempo beberapa jam, mereka sudah mempunyai perasaan yang sama. Yang bisa terbalaskan jika tidak adanya halangan-halangan.

Hyura sampai pada depan kamar Siwon, lalu ditekannya bel di samping pintu. Tak lama Siwon membukakan pintu. Hyura mendapati Siwon hanya memakai kaus putih polos tanpa lengan. Tubuhnya yang berotot melekat erat pada kaus tersebut. Hyura merasakan jantungnya yang berdetak dua kali lebih cepat.

“Waeyo Hyura ssi?” tanya Siwon pada yeoja di depannya yang diam terpaku. Yeoja yang merasa dipergoki itu menatap wajah Siwon dengan gugup dan perlahan mukanya bersemu merah.

“A… Anniyo Siwon ssi,” katanya Hyura pelan

“Ayo masuk saja,” Siwon mempersilahkan ketiga tamunya masuk ke apartemennya. Mereka berempat beriringan masuk, tuan rumah mempersilahkan mereka duduk.

“Siwon ssi, dimana harus ku letakkan kopernya Hyunna?” tanya Hyura kemudian.

“Ah sini biar ku bawakan,” jawab Siwon lalu dia mengambil koper Hyunna dan menyeretnya ke kamar kosong di sebelah kamarnya.

“Kalau begitu aku akan menyiapkan minum. Kalian mau minum apa?” tanya Hyura lagi pada Donghae dan Hyunna.

“Apa saja, Hyura ssi,” jawab Hyunna. Donghae ikut mengangguk.

Hyura beranjak menuju dapur, dan membuka kabinet tempat biasanya Siwon menyimpan berbagai macam makanan kecil dan minuman ringan. Hyura dan Siwon sudah sangat dekat sehingga Hyura sering main ke apartemennya Siwon, begitu pula dengan Siwon. Jadi Hyura sudah tahu benar seluk-beluk apartemen Siwon, sehingga Ia merasa sanggup apabila disuruh mengelilingi apartemen Siwon dengan mata tertutup.

Saat membuka kabinet penyimpanan, dilihatnya kabinet itu kosong. Dia berjalan ke arah kulkas dan membukanya, hanya ada sekotak susu putih yang isinya tinggal setengah.

“Siwon ssi! Kemana semua persediaan makanan kecilmu?” seru Hyura.

“Aaaaaah aku lupa. Sudah habis dari seminggu yang lalu,’ jawab Siwon.

“Mwoya? Seminggu yang lalu??? Mengapa kau tidak memberitahuku?” tanya Hyura kemudian.

“Kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu, aku tidak ingin merepotkanmu,” kata Siwon sambil mengangkat bahu.

“Aish Siwon ssi, kau seperti anak kemarin siang. Kau tahu? Aku tidak pernah merasa direpotkan olehmu,”

“Ara ara. Lain kali aku akan menghubungimu, tidak peduli kau sibuk atau tidak. Kau tidak keberatan?”

“Tentu! Apapun untukmu, Siwon ssi,” ujar Hyura tanpa berpikir. Setelah sadar apa yang baru saja ia ucapkan, wajahnya bersemu merah. Dalam keadaan canggung seperti ini, Donghae datang di saat yang tepat.

“Ada yang bisa ku bantu?” tanyanya polos.

“Ah. Uh. Eh…” Hyura tergagap.

“Donghae temani aku belanja ya. Hyura kau tinggal saja di sini bersama Hyunna,” Siwon mengusulkan. Hyura mengangguk dan berjalan ke arah Hyunna.

Setelah Siwon dan Donghae pergi, Hyunna yang sedari tadi diam saja mulai mengeluarkan pertanyaan yang ada di kepalanya.

“Hyura ssi, apa hubunganmu dengan oppaku?”

**********

Donghae’s POV

Sedari tadi aku memperhatikan tingkah laku adik dan sahabatku. Aku mulai mempertanyakan apa yang terjadi di antara mereka berdua. Hyura terlihat sering bersemu merah bila berada bersama Siwon. Begitu pula dengan Siwon. Senyum selalu terpasang di wajahnya saat dia menatap Hyura. Hal yang paling aku khawatirkan terjadi.

Aku cemburu.

Tidak, ini bukan cemburu seperti yang kalian bayangkan. Um…. Aku akan mengakui satu hal. Aku, Lee Donghae, seorang musisi ternama yang namanya sudah di kenal banyak orang, menderita sister complex.

Selama ini, aku tidak mengizinkan adikku dekat dengan lelaki sembarangan. Hanya orang-orang yang menurutku terbaik yang boleh dekat dengannya. Egois? Mungkin. Tapi aku tahu apa yang baik untuk adikku.

Choi Siwon, sahabatku sejak kami masih duduk di bangku SMA. Dia sempurna. Tampan, tubuh atletis, mempunyai kepribadian yang sangat menarik, belum lagi hidupnya yang serba berkecukupan. Tapi… aku masih tidak bisa membayangkan dia bersandingan dengan adikku. Aigooo, eottoehkae?

Di kepalaku masih bersarang banyak pertanyaan. Raut wajah Siwon, dan tatapan mata Hyura yang sama-sama menandakan perasaan mereka bersatu. Aku ingin sekali membiarkan mereka berdua, tetapi…. ARGHHH aku tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata. Seandainya kau tahu bagaimana dilemanya diriku.

“Donghae ah, apa yang sedang kau pikirkan? Wajahmu terlihat sangat aneh, dengan alis yang bertautan itu,” Siwon menyela pikiranku. Dia berusaha membuat lelucon. Ya, Choi Siwon, kau kan tahu kau selalu tahu kalau kau payah dalam membuat lelucon, batinku.

“Kau tahu, Siwon ah. Banyak hal di dunia ini yang membuatmu berpikir sangat keras, sampai kau rasa kau hampir buang air besar saking kerasnya kau berpikir?” tanyaku.

Dia tertawa sangat keras. Aigoooo, memang salahku menyebut-nyebut buang air besar. Akhirnya aku memutuskan untuk mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi meledak-ledak di kepalaku seperti tabung elpiji (?).

“Kau menyukai adikku?”

Tawanya terhenti. Air mukanya berubah. Ya Tuhan.

to be continued…

Tagged: , ,

§ 7 Responses to [CHAPTER 3] All My Heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading [CHAPTER 3] All My Heart at |KPOP FANFIC INDO|.

meta

%d bloggers like this: