More Than Words

August 22, 2010 § Leave a comment

Tittle: More Than Words
Rate: PG +13
Cast: Choi Soo Young, Lee Taemin, Kim Sun Hee
Author: __pie210

Editor: Geraldi @ S2i

Disclaimer: I do not own Soo Young nor Taemin, they belong to their group and SM Entertainment comp. Sun Hee belong to me and myself.
I do own of this story, so please don’t sue me

Dia kembali lagi, lewat pintu kecil itu ia melangkah dengan ringan. Dengan kaus panjang abu-abu, rok rimpel putih selutut, ia terlihat manis. Sesekali ia melihat sekeliling ruangan, mencari tempat kosong di dekat jendela. Dekat jendela adalah tempat favoritnya, kadang ia menelpon café kami hanya untuk bertanya apakah ada meja kosong di dekat jendela. Dan saat kami menjawab ya, nada suaranya berubah menjadi lebih ceria.

Pemuda di sampingku tersenyum cerah. Tatapannya hanya tertuju pada gadis itu.

“Noona, aku akan melayaninya!” katanya cepat. Tanpa menunggu balasan dariku, ia langsung bergegas menghampiri gadis itu.

Dia, gadis itu, adalah pelanggan tetap kami. Aku –dan Taemin tentunya, tahu benar apa yang akan dipesannya, coffee macchiato dengan tambahan caramel dan sepotong cappuccino cheese cake. Aku tahu, karena memang akulah yang bekerja sebagai koki, juga manajer di tempat ini. Taemin tahu karena dialah yang selalu melayani gadis itu.

Kau tahu, senyum menawan seorang Lee Taemin mungkin mampu membuat semua gadis yang ada di café ini bertekuk lutut di hadapannya. Dan pada kenyataanya, senyum menawannya hanya diperlihatkan kepada satu orang, dan dia adalah si gadis yang kuketahui bernama Kim Sun Hee.

Ya, pemuda itu jatuh cinta.

Lee Taemin adalah pria tertampan –setelah Kyu Hyun tentunya– sekaligus terbodoh yang pernah aku temui. Taemin mendekati seorang gadis tanpa tahu siapa namanya, atau minimal apa marganya. Dan umm, he looks like a stalker. Tersenyum jika bertatap mata, kembali ke meja kasir, lalu mencuri-curi pandang kepada gadis itu. Gosh!

Akhirnya aku memberi tahu semua identitas si gadis, mulai dari marganya hingga silsilahnya dan sebelum dia bertanya, “Noona! Tahu dari mana?” dan aku menjawab, “She is my cousin Taeminnie, sorry I didn’t tell you first!”

Dan aku pikir ia akan menjawab seperti, “Gosh! Noona! Why you didn’t tell me?!!” atau reaksi semacam itulah, tapi reaksinya hanya, “Sun Hee… it means happiness right?” Hanya itu. Lurus. Polos. Murni. Tanpa alasan. Tanpa tendensi.

Dan sekali lagi, kata ‘cinta’ itu sudah mulai bekerja dalam fungsi otaknya.

“Noona…”

“Humm?” jawabku tanpa melihat ke arah Taemin.

“Soo Young Noona…” panggilnya lagi.

“Yes, Taemin?” jawabku (lagi) tanpa mempedulikannya.

“Ia minta vanilla latte dan pie apel,” katanya pendek.

“Huh? Lalu? Kau sudah bisa membuatnya Taemin, tanpa bantuanku. Buatlah sendiri!”

“Eungg, Noona…”

“Apa lagi?”

“You know I can make it, but please make it perfect for me…” pintanya pelan. Dan jelas, permintaannya kali ini ditujukan untuk Sun Hee.

“For Sun Hee, eh?”

“Yeah” katanya sambil memainkan lap yang ada di dekat meja bar.

“Taemin, listen. This is your first time to serve her with your own dishes. Let’s make it perfect, with your love, get it? Let your love lead the way” terangku sambil menepuk-nepuk bahunya.

Ia tersenyum kecil, “OK, thank you Noona. You are the best noona and boss in the whole world”

Sun Hee hanya membalas pemberian kopi itu dengan senyum kecil, dan Taemin pun membalasnya dengan anggukan pelan, tak lupa menyisipkan senyum manisnya.

Meski tak terkatakan, aku tahu senyum dan anggukan kecil itu adalah ucapan saling berterimakasih antara mereka berdua. Ucapan yang sebatas ‘terima kasih’ dan ‘sama-sama’ itu hanya tertuang dalam reaksi kecil mereka.

Aku tahu karena aku pernah ikut merasakan. Sedikit senyum malu-malu, lalu anggukan singkat tanpa bertatap muka karena kami tahu ada rona merah yang berusaha disembunyikan. Lalu memaksakan diri untuk saling menyapa walaupun hati terasa segan. Dan berlanjutlah kejadian-kejadian hingga ke tahap berikutnya, hingga ada cincin platinum yang mengalungi jari manisku dan jari manisnya.

Perantara dari semua hal kecil memalukan itu hanya satu, kopi. Dan kopi itu adalah cinta di dalam gelas, yang mewakili setiap perasaan masing-masing.
Dan aku pikir, segala hal yang kami lakukan, it’s more than words.

And last, from a cup of coffee. I know something behind it.
Something that makes me can’t sleep at night, something that makes many butterflies flying around my stomach when I saw him.
A crazy little thing that I called LOVE.

–END

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading More Than Words at |KPOP FANFIC INDO|.

meta

%d bloggers like this: