Pieces of Two Hearts

August 11, 2010 § 6 Comments

Tittle: Pieces of Two Hearts

Author: fardinfah

Rating: PG-13

Pairings: Wait for a few chapters later and you’ll know

Genre: AU

Disclaimer: if they were mine, I wouldn’t write fanfic😛

Warning: Super generation pairings. Don’t read if you don’t like

1st Piece: I stalk you, girl

Aku selalu… selalu memperhatikanmu. Dan adalah sebuah keberuntungan untukku kau tak mengetahui hal itu. Karena kalau sampai kau mengetahuinya, aku tak sampai hati untuk tetap memperhatikanmu, mengawasimu. Padahal kau bagian dariku, bagian yang tak mungkin rasanya kembali lagi padaku, tak mungkin menjadi milikku.

Padahal, aku tak bisa hidup tanpa memperhatikanmu barang sehari saja.

Aku bukanlah tipe pria yang dengan mudahnya jatuh cinta. Bukan tipe penyerah. Akulah tipe pejuang. Yang berjuang sampai akhir. Tapi sayangnya, aku termasuk ke dalam tipe pria yang takut menghadapi penolakan—tidak, bukan pengecut. Enak saja! Aku hanya memiliki ego yang tinggi saja, kok.

Maksudku, Aku benci kalah dan mengalami penolakan adalah sebuah kekalahan.

Gadis itu—dia yang selalu kuperhatikan itu… adalah teman sekelas sekaligus tetanggaku. Kami teman sejak kecil. Tidak—tunggu,ini bukanlah kisah roman biasa yang sering kau temukan di pasaran tentang sahabat kecil yang kemudian menjalin cinta, tidak. Sama sekali bukan seperti itu. Kami sahabat sejak kecil, tapi hubungan kami jauh dari hubungan sepasang kekasih. Jauh…sekali dan tak bisa kujangkau.

Gadis itu—gadis yang kukenal sejak lama, sejak semua pria bahkan belum tertarik padanya. Sejak yang tahu apa yang bagus darinya hanya Aku, sejak ia masih memberikan ruang dunianya untukku. Gadis dengan postur tubuh tinggi semampai, sepasang kaki panjang yang mulus tanpa cela, rambut hitam panjang sepunggung, sorot mata yang tajam nan mempesona… dan tak ketinggalan suaranya yang begitu ceria.

Gadis itu—ya. Iyalah yang selama ini kuperhatikan.

Aku selalu memperhatikanmu, sahabat kecil, tetangga, dan teman sekelasku, Choi Sooyoung.

2nd Piece: If you had known that I wouldn’t had enough for keep stalking you

Aku…tak pernah mampu menghentikan diriku sendiri untuk memperhatikanmu. Kau adalah yang mereka bilang obsesi. Kau adalah apa yang mereka bisikkan padaku bahwa kaulah Cinta itu. Kau adalah Cho Kyuhyun, pria dengan pesona yang tak bisa kuhitung banyaknya.

Kau, Cho Kyuhyun, adalah cinta pertama ku.

Pria itu—benci kalah, aku tahu. Ia membenci bagaimana rasanya ditolak. Ya, itupun aku juga tahu. Aku mengetahui banyak hal tentangnya. Hah, bagaimana tidak ? aku dan dia telah berbagi dunia untuk sekian lama sewaktu kami kecil dulu. Kami besar bersama, bermain bersama, bertengkar… banyak hal kami alami bersama.

Aku begitu menyukai tawanya, ekspresi wajahnya saat iya tertawa. Mengagumi bagaimana ia tersenyum bangga, Aku menyukai semua yang ada padanya—Jangan sebut aku gadis yang sedang mengalami love sick please. Karena ini… sama sekali tidak seperti itu. Apa yang aku rasakan padanya lebih dari Cinta. Oke ini menurutku tidak berlebihan tahu, karena rasa ini lebih mendalam dari itu.

“Jangan katakan padaku kalau kau sedang mencetak puluhan foto Kyuhyun lagi, Sooyoungie!”

Aku menoleh ke arah suara itu, di ambang pintu kulihat Yuri sedang melipat tangan dan memandangku penuh sindir, “Atau… ya ? Kau pasti sedang mencuci puluhan foto Cho Kyuhyun”, lanjutnya

Aku mendengus, “Hah, kayak aku bakal bilang nggak saja”

“Jadi benar kan ?”

“Kalau kau memintaku untuk berbohong maka—Ya, akan kujawab bahwa aku sedang mencuci foto-foto candid aib mu, Kwon Yuri!”, jawabku dongkol,

“hahaha! Bisa saja kau ini!”, Yuri mendekat ke meja tempat dimana aku sedang mencuci foto,”kau tahu tidak, Kyu terlihat lebih tampan di setiap foto yang kau cetak ini, Soo…”

Aku memutar bola mata, “Dia memang tampan dari sananya tahu!”

Yuri mengalihkan pandangannya dari foto Kyuhyun dan menatapku,”Aku heran, kalau kau begitu menyukainya, mengapa kau hanya puas dengan Cuma memperhatikannya ? tak kau coba membuatnya menjadi milikmu ?”

Aku mengalihkan pandangan, dan menyenderkan tubuhku ke meja, sambil menunduk aku berkata, “Ya, aku begitu menyukainya, dan kalau boleh aku mengutarakan yang sebenarnya, rasa ini begitu besar hingga hatiku tak mampu menampungnya. Hanya saja… semua tak semudah yang kau kira, Yuri. Aku dan dia… Aku dan Kyu… selamanya, tak mungkin bisa bersama”

Tak kusadari air mataku membendung di kedua rongga mataku, dan air mata itu pun menetes saat aku menatap Yuri lagi,

“Andai saja, andai ia tahu bahwa aku takkan pernah bisa menemukan kata ‘cukup’ hanya dengan memperhatikannya dari kejauhan”

Bersambung–

Tagged: , , , ,

§ 6 Responses to Pieces of Two Hearts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pieces of Two Hearts at |KPOP FANFIC INDO|.

meta

%d bloggers like this: